Membuat Hunian yang Kuat dan Berkualitas dengan Semen Mortar

Seiring dengan adanya perkembangan teknologi, mulai diterapkan mortar acian untuk hunian. Produk ini memang menjadi bahan bangunan yang terbuat dengan konsep instan sehingga banyak sekali diminati dalam konstruksi.

Mortar atau semen instan memiliki keunggulan yang praktis. Anda tidak harus mencampurkan banyak bahan untuk mengaplikasikannya. Hanya dengan mengandalkan tambahan air. Berbeda halnya dengan semen biasa yang memerlukan banyak campuran. Untuk referensi anda, akan kami sajikan informasi terkait produk unggulan yang paling dicari, terutama produk instan, produknya bisa anda temukan di www.id.weber/id 

Panduan Membuat Mortar Acian Berkualitas

Ketika ingin menggunakan cara konvensional, Anda harus menghitung takaran semen dan bahan tambahan secara tepat. Apabila tidak, maka akan menyebabkan beberapa masalah misalnya saja dinding retak, air merembes, muncul jamur, dan rapuh.

Oleh karena itu, lebih disarankan untuk menggunakan mortar acian yang jauh lebih praktis, efektif, serta efisien. Tidak hanya bisa menghadirkan bangunan yang kokoh dan berkualitas, namun juga menyajikan tampilan estetik.

Jadi, tidak perlu lagi ragu untuk mencoba menggunakan semen instan. Produk ini sebetulnya juga dapat diaplikasikan pada keramik. Berikut ini sudah ada panduan untuk membuat mortar yang benar.

1. Memakai MIL Secukupnya

Saat Anda ingin membuat acian tidak jarang menggunakan tambahan MIL atau semacam kapur. Hal ini sebenarnya tidak boleh dicampurkan terlalu banyak. Apabila berlebihan justru akan membuat dinding mudah mengelupas serta menggelembung ketika bersentuhan dengan air.

2. Menentukan Waktu Tepat

Ketika Anda ingin menerapkan mortar acian, perlu menunggu dua hingga tiga minggu setelah proses plesteran dinding pada bagian dalam ruangan. Apabila berkaitan dengan dinding luar ruangan maka perlu menunggu hingga 2 minggu saja.

3. Membasahi Permukaan Dinding

Permukaan dinding harus dibasahi terlebih dahulu agar semen instan bisa merekat dengan kuat. Permukaan yang basah biasanya akan mencegah air dari acian terserap dalam plesteran, sehingga hasil acian tidak tampak cepat kering.

4. Menentukan Ketebalan

Secara umum, ketebalan acian yaitu sekitar satu sampai tiga milimeter. Jika terlalu tipis, nantinya bisa menyebabkan keretakan. Retak ini biasanya akan didasari atas cepatnya semen instan mengering.

5. Permukaan Plesteran Rata

Perhatikanlah terlebih dahulu apakah ada retakan pada plesteran. Apabila ada, segera tutupi keretakan sebelum mulai menerapkan acian. Apabila retak dibiarkan nantinya bisa menyebabkan retak pada dinding.

Simak juga informasi cara plester bangunan yang baik dan benar supaya bangunan tahan lama di https://www.id.weber/id/solusi-dinding 

Leave a Reply

Your email address will not be published.